Latest Entries »

Novena Medali Wasiat

Ya Santa Perawan Maria yang dikandung tanpa dosa, Bunda Tuhan kami Yesus dan Bunda kami, dengan mengandalkan perantaraanmu yang berdaya kuasa dan tak pernah sia-sia, sebagaimana begitu sering terbukti melalui Medali Wasiat, kami anak-anakmu yang terkasih dengan penuh kepercayaan memohon kepadamu untuk memperolehkan bagi kami rahmat dan pertolongan yang kami mohonkan dalam novena ini, asal bermanfaat bagi jiwa-jiwa kami yang fana, dan jiwa-jiwa yang kami doakan.

(Sebutkan permohonan).


Engkau tahu, ya Maria, betapa sering jiwa kami menjadi sanctuarium Putramu yang benci akan dosa. Sebab itu, sudi perolehkanlah bagi kami kebencian mendalam akan dosa dan kerinduan akan kesucian hati yang akan mengikatkan kami kepada Tuhan semata sehingga setiap pikiran, perkataan dan perbuatan kami terarah demi kemuliaan-Nya yang terlebih lagi.

Perolehkanlah juga bagi kami semangat doa dan penyangkalan diri agar dengan penitensi kami dapat memulihkan kembali apa yang telah hilang akibat dosa dan pada akhirnya sampai ke tempat tinggal abadi di mana engkau adalah Ratu para malaikat dan manusia. Amin.

“O Maria, yang dikandung tanpa dosa, doakanlah kami yang berlindung padamu.” 3x

Mengapa Berdoa Rosario?

Apa itu doa?
Doa ialah berbicara dengan Tuhan; mengangkat hati serta pikiran kita kepada Tuhan. “Doa adalah kunci Surga.” – St. Agustinus

Mengapa kita berdoa?
Kita berdoa agar kita dapat masuk Surga. St. Agustinus mengatakan: “Sama seperti tubuh tidak dapat hidup tanpa makanan, demikian juga jiwa kita tidak dapat hidup secara rohani tanpa doa.” St. Alfonsus mengatakan: “Ia yang berdoa, diselamatkan; ia yang tidak berdoa, celaka!” Doa sangat besar kuasanya. (Yak 5:16-18, 2Raj 20:1-6).

Siapa yang berdoa?
Yang berdoa ialah orang yang ingin berbahagia selamanya bersama Tuhan di surga.

Kapan kita berdoa?
Kita berdoa senantiasa, siang dan malam.

Di mana kita berdoa?
Kita berdoa di rumah, di kamar kita (Mat 6:1-6), di Gereja dengan keluarga kita (Mat 21:13), atau di mana saja. Dengan doa kita dapat menguduskan saat-saat senggang kita, kita dapat berdoa ketika sedang berjalan-jalan di taman, mengendarai mobil atau naik bis dan mempersembahkan waktu luang kita itu kepada Tuhan.

Apakah Tuhan selalu menjawab doa-doa kita?
Ya. Ada tiga bentuk jawaban doa – ya, tidak, dan tunggu. Tidak ada doa yang tidak dijawab dan tidak ada doa yang tidak didengarkan. St. Thomas Aquinas mengajarkan: “Tuhan tidak mengabulkan apa yang kita minta dalam doa jika permintaan kita itu tidak baik bagi keselamatan kita.” Kita harus bertanya apa kehendak Tuhan bagi kita. “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Mat 6:31-33) “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?” (Mat 16:26). Tuhan memenuhi kebutuhan kita, tetapi tidak keserakahan kita.

Bagaimana kita dapat berdoa dengan baik?
Konsentrasi (Mat 6:7,8), Iman (Ibr 11:6), Kerendahan hati (Yak 4:6, lihat juga Mat 6:1-6, Lukas 18:9-14). Prioritas yang Benar (Luk 22:42), Devosi (Mat 15:8), Kesungguhan (Luk 22:43,44), Ketekunan (Luk 11:5-10 / Luk 18:1-8, Mat 24:13), dan dengan tidak jemu-jemu. Kita wajib berdoa sekurang-kurangnya 15 menit setiap hari. Di dunia ini kita mempersiapkan diri untuk tinggal bersama Tuhan selama-lamanya. Karena Tuhan adalah Pribadi yang paling penting dalam hidup kita, kita wajib berbicara kepada-Nya setiap hari. Setiap harinya kita menghabiskan lebih banyak waktu sekedar untuk makan, bersantai dan menikmati hiburan. Jiwa kita jauh lebih penting daripada tubuh kita. Dan Tuhan pastilah jauh lebih penting daripada siapa pun atau apa pun juga dalam hidup kita, jadi Ia layak mendapatkan prioritas utama. Berapa banyak kita harus berdoa? Kitab Suci mengatakan: – selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu (Luk 18:1, 1Tes 5:17, Ef 6:18 dan Kis 6:4).

Mengapa Tuhan menghendaki kita berdoa kepada Bunda Maria?
Kita berdoa kepada Bunda Maria karena ia adalah Bunda Allah dan doa-doanya sangatlah besar kuasanya (Yoh 2:1-11). Ketika kita berdoa Salam Maria, kita menggabungkan penyembahan kepada Tuhan dan penghormatan kepada Bunda Maria. Kita menyatukan doa-doa kita kepada Tuhan dengan doa-doa Bunda Maria kepada Tuhan. Kita tidak menyembah Bunda Maria, kita hanya menyembah Tuhan saja. Ketika kita berdoa kepada Bunda Maria, kita menghormatinya sebagai Bunda Allah dan sebagai Bunda Rohani kita (Why 12:17, Yoh 19:26,27). Saat kita amat membutuhkan pertolongan, kita tidak saja berdoa sendiri kepada Tuhan secara langsung, tetapi kita juga meminta orang lain berdoa bagi kita dan bersama kita. Ketika kita berdoa Rosario, kita didukung oleh Bunda Maria, Bunda Allah yang Kudus, yang berdoa kepada Tuhan bagi kita dan bersama kita. Tuhan menghendaki kita menghormati Bunda Maria karena perannya yang istimewa dalam karya keselamatan Allah. Tuhan menghendaki Bunda Maria ambil bagian dalam penebusan umat manusia, sama seperti Hawa ambil bagian dalam jatuhnya umat manusia ke dalam dosa. Sama seperti seorang Bapa dipenuhi sukacita karena cinta dan penghormatan yang diberikan orang kepada anak-anaknya, demikian juga Allah Bapa dipenuhi sukacita dan menghendaki kita menghormati puteri-Nya, Maria, Bunda PuteraNya, Yesus.

Mengapa kita wajib berdoa Rosario?
Karena doa Rosario telah didaraskan serta dianjurkan selama berabad-abad oleh para Paus dan santo/santa besar, dan juga karena pengaruhnya yang baik – sama seperti pohon yang baik menghasilkan buah yang baik (Mat 7:17). Juga, karena ke-15 Janji Bunda Maria bagi umat Kristiani yang berdoa Rosario dan karena Bunda Maria menampakkan diri di Lourdes dan di Fatima untuk meminta kita berdoa rosario. Rosario telah menyelamatkan serta mengubah ribuan jiwa, mengapa tidak menggunakannya untuk menyelamatkan jiwamu?

Bagaimana kita berdoa Rosario?
Dengan merenungkan ke-15 misteri, dengan mendaraskan sepuluh Salam Maria pada manik-maniknya serta satu Bapa Kami dan Kemuliaan di setiap misteri.

Bagaimana kita merenungkan misteri-misteri Rosario?
Kita merenungkan misteri-misteri rosario dengan menggunakan imajinasi kita untuk menghadirkan misteri yang sedang kita renungkan di hadapan kita. Kemudian sambil membayangkan imajinasi yang hadir di pikiran, kita mengucapkan doa Salam Maria. Sementara merenung, kita mengulang-ulang doa kita, sama seperti yang dilakukan Yesus (Mat 26:44). Dalam berdoa Rosario, pada dasarnya kita mengatakan, “Yesus dan Bunda Maria, aku mencintaimu” berulang-ulang kali. Sementara kita melakukannya, kita bertumbuh dalam cinta kepada Tuhan. Mengatakan, “Aku mencintaimu” tidak pernah basi. Jika kita sungguh-sungguh mencintai, pernyataan cinta seperti itu akan semakin memperdalam cinta kita.

Bagaimana kita dapat mulai berdoa Rosario setiap hari?
Dengan mendoakan hanya satu misteri dengan sepuluh Salam Maria setiap hari, hingga kita merasa rindu untuk berdoa lebih banyak.

sumber : “Why Pray the Rosary” by Father Peffley; Father Peffley’s Web Site; http://www.transporter.com/fatherpeffley
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: http://www.indocell.net/yesaya atas ijin Fr. Francis J. Peffley.”

Goa Maria Sendang Rosario

Diangkat dari buku saku karangan Heribertus Wiyono dari Stasi Santo Aloysius Ngijoreja, Paroki Wonosari Gunung Kidul Yogyakarta

Pengantar
Penulisan buku saku ini terdorong untuk melestarikan sejarah berdirinya Sendang Rosario. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan informasi mulai dari awal dibangunnya hingga saat ini. Sehingga generasi penerus akan mengetahui latar belakang tentang Sendang Rosario. Di samping itu, kalau tidak segera ditulis akan segera terkikis oleh waktu dan bergantinya generasi.

Penulis ucapkan terima kasih kepada Bapak Markus Karso Utama dan Rama T. Widyana, SJ sebagai saksi sejarah, yang telah memberikan informasi yang sangat berharga, sehingga penulisan buku kecil ini dapat terwujud. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Pengurus Stasi Santo Aloysius Ngijoreja, Dewan Wilayah Barat, Dewan Paroki Wonosari dan Pastor Paroki Wonosari Gunung Kidul Yogyakarta, serta semua pihak yang telah memberikan dorongan baik moril dan materiil kepada penulis.
Mudah-mudahan buku kecil ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Kadipaten Ngimbang
Konon menurut cerita, dahulu di wilayah Gunung Kidul ada sebuah Kadipaten, yang bernama Kadipaten Ngimbang. Kadipaten ini termasuk wilayah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Hal ini dapat dibenarkan karena saat ini di Alas Putat ada peninggalan yang berupa batu-batu ukir, plataran, dan ompak untuk rumah joglo, dan beberaoa arca dari batu hitam.

Adipati Ngimbang ini sosok pimpinan yang arif dan bijaksana. Sehingga disukai oleh rakyatnya. Karena begitu dekat dan akrab dengan wong cilik. Yang paling mengesankan bagi rakyatnya, beliau ini senang mengunjungi para kawulanya dengan menunggang kuda kesayangannya. Memang kuda yang dimiliki oleh sang adipati ini lain dari kuda pada umumnya. Sehingga apabila kuda dimandikan di Kali Kotak (kali kotaknya masih ada hingga saat ini), menimbulkan bekas pada batu-batu di dasar kali. Lubang-lubang bekas kaki kuda juga masih nampak jelas pada saat ini.

Dusun Ngimbang
Sejarah selanjutya tidak tahu secara persis, yang jelas di sebelah selatan peninggalan tersebut ada sebuah dusun Ngimbang. Menurut cerita, orang yang pertama kali mendirikan sebuah dusun tersebut sebelumnya bersumpah kepada Sang Semara Bumi (yang menguasai bumi), bahwa penduduk dusun Ngimbang nantinya luwih becik menang katimbang sugih bandha (dalam hidup lebih baik menang daripada kaya harta). Janji dan sumpah tersebut mempunyai makna religius yang sangat tinggi. Karena yang dimaksud menang tersebut adalah kemenangan dalam segala hal. Termasuk kemenangan mengatasi hawa nafsu, kemenangan mengatasi segala persoalan hidup, mengatasi kemerosotan moral, dan lain sebagainya. Maka orang Ngimbang tidak ada yang bisa kaya raya, karena sudah kalah janji dengan sumpah/janji pendiri dusun tersebut.

Pada saat dusun Ngimbang didirikan, setiap batas dusun ditanami pohon jarak. Konon menurut cerita, bahwa pohon yang satu ini dapat mengusir segala roh jahat, setan, jin priprahyangan. Sehingga dusun tersebut akan terbebas dari segala gangguan.

Kali Mojing
Di dusun Ngimbang tersebut terdapat sebuah sumber air yang biasa dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari penduduk di sekitarnya. Seperti untuk minum, mandi, mencuci, memasak maupun untuk keperluan-keperluan lainnya. Karena pada waktu itu penduduk belum ada yang mempunyai sumur maka sumber air yang dinamakan Kali Mojing itu merupakan satu-satunya sumber air yang ada di dusun tersebut.

Kali Mojing tersebut berada di tanah milik bapak Karto Dikromo. Waktu itu belum berupa kali, hanya merupakan cluwekan (kubangan). Kubangan itu biasa dipergunakan bapak Karto Dikromo untuk minum apabila melakukan pekerjaan di tanah miliknya. Namun ternyata walaupun hanya berupa kubangan air di dalamnya tidak pernah mengalami kering. Musim kemarau panjang juga tidak pernah kering, bahkan airnya sangat bersih dan jernih.

Dikatakan Kali Mojing karena dekat sumber air tersebut ada sebuah pohon yang namanya pohon Mojing. Di kalangan penduduk dusun Ngimbang, kali Mojing dikenal sebagai tempat yang angker dan keramat. Dikatakan demikian karena apabila orang belum biasa datang ke tempat itu, apabila mau pulang mengalami kesulitan. Karena menurut orang itu, sudah berjalan menuju ke rumahnya, namun tidak sampai ke rumah. Dan itu terjadi berulang kali. Sehingga apabula orang tersebut tidak diketahui oleh orang lain maka orang tersebut biasanya hanya berputar-putar di situ. Namun apabila diketahui oleh orang lain dan dilaporkannya kepada juru kunci kali tersebut dan dimintakan maaf pada yang menunggu barulah orang yang bingung itu bisa pulang.

Di samping itu, sudah banyak penduduk yang datang pada malam hari sendirian mendapatkan hal-hal yang misterius. Seperti melihat wedon (pocongan yang bisa berjalan) dan juga memedi diyan (banyak lampu, tetapi lampunya dapat berjalan-jalan), dan masih banyak hal-hal yang misterius lainnya. Sehingga banyak penduduk yang takut mengambil air pada malam hari. Seandainya memerlukan air pada malam hari, misalnya orang punya hajat, biasanya datang secara kelompok. Paling tidak mengurangi rasa takut.

Kali Mojing terdiri dari dua sumber. Sumber yang satu terletak di sebelah barat dan letaknya lebih tinggim maka biasa disebut dengan kali nduwur. Sumber inilah yang disebut Kali Mojing. Sedang yang satunya terletak di sebelah timur dan letaknya lebih rendah, biasanya disebut kali ngisor. Sumber air yang bawah juga masih dalam suatu alur mata air yang sama. Walaupun kelihatannya dua sumber namun sebenarnya satu mata air dan letaknya tidak terlalu jauh. Hanya sekitar 3 meter. Untuk sumber air yang atas dipergunakan untuk air minum dan yang bagian bawah dipergunakan untuk keperluan mencuci dan mandi. Sesuai dengan fungsinya, sumber air yang di bawah oleh penduduk di dusun Ngimbang dibuat lebih lebar, dengan ukuran lebar 2,5 meter dan panjang 5 meter.

Walaupun kali ngisor dipergunakan untuk mandi, namun antar pria dan wanita tidak menjadi satu. Hal ini menunjukkan bahwa saat itu nlai-nilai kesusilaan dijunjung sangat tinggi. Yang biasa dipergunakan untuk mandi perempuan dibuatkan sekat dari papan batu putih. Sedangkan yang pria mandi di balik tanggul yang tidak terlalu jauh dari tempat itu. Pada umumnya pria mengambil air dan dibawa ke tempat khusus di balik tanggul itu.

Dusun Ngijoreja
Pada tahun 1917 negara membuat tatanan bahwa jabatan yang dulu disebut Rangga dirubah menjadi Lurah. Saat itu seorang kamituwa (sesepuh yang mempunyai daya paranormal / kesaktian yang tinggi) yang bernama Bapak Atmo Suparto mempunyai gagasan bagaimana seandainya dusunn Ngimbang itu diganti dengan nama yang lain. Karena Ngimbang itu berarti mengambang. Tidak berbobot dan tidak berkualitas. Bapak Atmo Suparto melakukan laku untuk membuat nama dusun pengganti yang mempunyai makna yang jelas. Setelah melakukan semedi dan bertapa maka pada tahun 1922 dusun Ngimbang ini diganti dengan nama dusun NGIJOREJA. Ngijoreja secara filosofi berasal dari dua kata yaitu Ngijo dan Reja. Ngijo dari kata dasar Ijo yang berarti hijau. Berdasarkan arti sebuah warna, hijau mempunyai arti suatu harapan masa depan yang lebih baik. Baik masa depan duniawi maupun masa depan akhirat. Sedangkan reja , mempunyai arti kesejahteraan dan kebahagiaan. Jadi Ngijoreja mempunyai arti selalu mengharapkan kesejahteraan dan kebahagiaan baik di dunia dan akhirat.

Saat pengubahan nama dusun itu, kali Mojing disempurnakan. Di kanan kiri kali dibuat talud dari batu putih. Bahkan untuk memeriahkan pergantian nama tersebut di kali Mojing diadakan kesenian tradisional berupa reog, karawitan, jathilan dan kesenian-kesenian tradisional lainnya. Para pedagang juga membagi-bagikan dagangannya dengan cuma-cuma. Karena pada saat itu sebagai momen sejarah baru bagi dusun yang diharapkan dapat memberikan masa depan yang lebih baik itu. Kamituwa Atmo Suparto yang memiliki daya linuwih tersebut, setelah adanya ajaran agama Katolik masuk di dusun Ngijoreja, beliau dibaptis pada bulan Desember 1933 (lihat sejarah Stasi Ngijoreja). Karena sebagai orang yang mempunyai pengaruh sangat besar saja masuk menjadi Katolik, tentu saja pengikutnya mengikuti jejaknya. Sehingga umat Katolik berkembang sangat pesat. Bahkan sudah sampai ke dusun Beji, Wera, Ngasem, Kalidukuh, Petung, Gatak dan Kalidadap. Dengan kondisi seperti itu, romo paroki memberikan perhatian secara khusus pada umat Katolik di wilayah dusun Ngijoreja dan sekitarnya. Sewaktu Rama T. Widyana, SJ berkarya di Gunungkidul, juga memberikan perhatian yang khusus terhadap umat Ngijoreja dan sekitarnya. Hal ini dapat dilihat apabila sehabis memimpin perayaan ekaristi, romo tidak langsung pulang, melainkan berbincang-bincang dengan umat di depan gereja. Biasanya sehabis berbincang-bincang romo datang ke salah seorang umat yang mungkin sedang dilanda kesusahan atau mempunyai hajat. Sehingga terjalin komunikasi yang baik sekali antara umat dengan pastornya. Bahkan seperti antara bapak dengan anaknya.

Sendang Rosario
Seperti biasanya romo T. Widyana, SJ mengunjungi salah seorang umat yang sedang sakit. Orang itu bernama Robertus Paino Krama Taruna yang rumahnya dekat Kali Mojing (saat ini rumah bapak Kariyo Rajiyo). Pada saat melintasi Kali Mojing, Romo sangat terkesan. Karena dalam kali tersebut terdapat air yang sangat bersih dan jernih. Saat itu timbullah gagasan romo T. Widyana, SJ untuk membuat tempat ziarah Maria di lokasi Kali Mojing itu. Gagasan itu disampaikan kepada bapak Markus Karso Utomo sebagai katekis waktu itu. Ternyata bapak Karso Utomo menyetujuinya. Hal itu disampaikan kepada umat di wilayah Ngijoreja, maupun umat Katolik di sekitarnya. Umat pun sangat menyetujuinya.

Kemudian langkah selanjutnya, bapak Markus Karso Utomo menemui pemilik tanah tersebut, memohon agar tanah miliknya dapat dipergunakan untuk membuat tempat ziarah Maria. Ternyata beliau tidak keberatan. Sehingga rencana pembuatan tempat ziarah Maria dapat terlaksana.

Mulai saat itu, umat secara bergotong-royong mencari batu yang akan dipergunakan untuk membuat goa, tempat bersemayam patung Bunda Maria. Mulailah dibuat goa Maria. Pembuatan goa ini dipelopori dan didesain oleh Bapak Herman Yoseph Suwandi. Beliau waktu itu bekerja di Departemen Pekerjaan Umum Wonosari Gunungkidul Yogyakarta.

Kebutuhan pasir, kapur, semen merah maupun portland cement diperoleh dari iuran umat Katolik dan dibantu dari paroki Wonosari. Umat Katolik secara bergiliran mengadakan kerja bakti untuk membantu para tukang yang melaksanakan pekerjaan pembuatan goa itu.

Goa Maria dibuat tidak terlalu besar dan menghadap ke timur tepat di bawah pohon munggur (trembesi). Posisi goa Maria ini bersebelahan dengan Kali Mojing yang bagian atas. Secara filosofi, Kali Mojing maupun goa Maria mempunyai arti yang sama. Yaitu sama-sama sebagai sumber kehidupan. Bedanya, Kali Mojing merupakan kehidupan jasmani. Sedangkan goa Maria sebagai sumber kehidupan rohani.

Sewaktu Romo T. Widyana, SJ kembali dari Roma, tepatnya pada peringatan Maria menampakkan diri di Lourdes, Kali Mojing diberkati dan diberi air suci dari Lourdes. Pada saat itu pada tanggal 11 Februari 1962 secara resmi Kali Mojing dirubah fungsinya. Sebagai tempat ziarah Maria yang diberi nama SENDANG ROSARIO.
Mulai saat itu, Sendang Rosario dikenal oleh umat di sekitar wilayah Stasi Ngijoreja. Sehingga pada bulan Maria (bulan Mei) dan bulan Rosario (bulan Oktober) banyak dikunjung umat Katolik, untuk berdoa kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria di Sendang Rosario. Bahkan untuk hari-hari biasa pun banyak yang melakukan doa.

Tidak sedikit pula yang melakukan Novena Tri Sembah Bekti di Sendang Rosario ini dan dikabulkannya. Bahkan menurut kesaksian seorang ibu yang berasal dari Klaten, karena keberhasilannya Novena Tri Sembah Bekti di Sendang Rosario, beliau mengadakan syukuran dengan menyembelih kambing di Sendang Rosario. Ada juga seorang pemuda yang berdoa Novena Tri Sembah Bekti, karena berkeinginan masuk menjadi ABRI, maka setiap malam selama sembilan hari dia berdoa di Sendang Rosario dan ternyata juga dikabulkan. Penulis sendiri juga mengalami hal yang serupa, sewaktu akan mengikuti tes menjadi pegawai pada bulan September 1981, penulis berdoa Novena Tri Sembah Bekti tiap pukul 24.00 WIB. Dan berkat novena di Sendang Rosario ini, juga terkabulkan. Masih banyak kesaksian-kesaksian umat yang merasa berhasil berdoa di Sendang Rosario.

Novena adalah doa selama sembilan hari secara berturut-turut. Novena pertama kali dilakukan oleh para murid termasuk Maria, sebagai persiapan untuk hari Pentakosta (Kis. 1: 4-14). Para murid menantikan kedatangan Roh Kudus dengan berdoa dan kebetulan mereka menunggu selama sembilan hari. Mengingat itu, orang Kristiani kadang-kadang berdoa juga selama sembilan hari. Khususnya untuk mempersiapkan diri untuk menyambut rahmat Tuhan.

Berdoa selama sembilan hari (atau juga lima belas hari atau empat puluh hari) menuntut suatu keterlibatan dan kesetiaan yang lebih tinggi daripada kalau hanya berdoa sesaat saja. Dalam keterlibatan batiniah itulah terletak manfaat Novena.

Renovasi yang pertama
Karena begitu banyaknya yang melakukan doa di Sendang Rosario, maka keberadaan Sendang Rosario semakin dikenal di kalangan umat Katolik di Paroki Wonosari. Sehingga banyak sekolah-sekolah Katolik yang diajak untuk melakukan ziarah ke Sendang Rosario ini. Bahkan untuk di Daerah Istimewa Yogyakarta dan wilayah Klaten banyak yang sudah mengenal.

Karena begitu banyak devosan yang berdoa di Sendang Rosario ini sedangkan luas areal sendang hanya sekitar 80 M2, tentu saja merupakan pemandangan yang memprihatinkan. Melihat seperti itu salah seorang umat Katolik yang bernama Bapak Waenuri merelakan tanah miliknya yang terletak di sebelah timur Sendang Rosario untuk dibeli sebagai perluasan areal Sendang Rosario. Luas tanah milik Bapak Waenuri ini 3000 M2.
Pada tahun 1975, sewaktu Romo Aloysius Hadjosudarma, SJ berkarya di Gunung Kidul, Sendang Rosario direnovasi. Hal ini dilakukan karena tanah yang seluas 3000 M2 tersebut ke arah tenggara, maka pembangunan Sendang Rosario diarahkan ke selatan. Goa dibuat lebih besar. Walaupun demikian goa yang lama tetap dibiarkan berdiri. Karena merupakan salah satu tonggak sejarah.

Pembangunan inipun juga dilakukan secara bergotong royong oleh umat Katolik di sekitar wilayah Stasi Ngijoreja. Bahkan dibantu oleh Stasi Beji dan khusus pendanaan keseluruhan yang berhubungan dengan materian yang harus dibeli, ditanggung oleh Paroki Wonosari dan dibantu oleh Bapak Waenuri. Sedangkan umat membantu mencari batu sebagai bahan dasar untuk membuat goa dan membantu para tukang yang mengerjakan goa tersebut.

Pada tahun 1975, bertepatan dengan penerimaan Sakramen Krisma di Kapel Stasi Santo Aloysius Ngijoreja oleh Bapak Kardinal Yustinus Darmo Yuwono, Pr goa Maria yang baru ini diberkati oleh Bapak Kardinal.

Sebelum pemberkatan Sendang Rosario ini, diadakan prosesi dari kapel ke Sendang Rosario dengan membawa patung Bunda Maria yang baru. Prosesi yang diakhiri dengan pemberkatan Sendang Rosario ini dihadiri oleh umat Stasi Ngijoreja maupun sebagian umat Katolik di Paroki Wonosari.

Sejak saat itu Sendang Rosario dimasukkan dalam agenda Keuskupan Agung Semarang yang merupakan salah satu tempat ziarah Maria yang dimiliki oleh Keuskupan Agung Semarang. Sehingga keberadaan Sendang Rosario semakin dikenal se-Keuskupan Agung Semarang.

Renovasi yang kedua
Pada tanggal 21 Juni 1997, umat Katolik Stasi Ngijoreja genap berusia 8 windu (64 tahun). Pada perayaan 8 windu ini telah dibentuk suatu kepanitiaan. Panitia 8 windu ini diberkati dan ditetapkan sejak 21 Juni 1995. salah satu kegiatannya adalah pembangunan Sendang Rosario. Pembangunan Sendang Rosario ini di titik beratkan pada pembuatan relief jalan salib, mempercantik goa, membuat bangunan altar dan pembuatan pendopo yang berbentuk joglo di lokasi Sendang Rosario ini. Di samping itu telah dibuat bangunan penunjang seperti pagar keliling, memperbaiki sumur (dulu Kali Mojing), halaman goa dipasang paving blok, membuat kamar mandi dan WC.

Pembangunan Sendang Rosario ini dipelopori oleh seorang donatur dari Jakarta (keberatan disebut identitasnya), yang telah menyumbang sebuah patung Maria yang sangat cantik dan satu set relief jalan salib beserta dengan sejumlah uang yang cukup besar. Juga telah banyak dana yang masuk untuk mendukung pembangunan Sendang Rosario ini. Antara lain dari Paroki St. Andreas Kedoya Jakarta Barat, dari para pengusaha Jakarta, maupun warga Stasi Ngijoreja yang berada di Jakarta. Juga dari para pengusaha di Yogyakarta dan juga dari Paroki Wonosari sendiri. Dan masih banyak para donatur yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu dalam buku ini. Di samping itu dukungan umat dalam pembangunan ini sangat luar biasa. Karena setiap hari harus melaksanakan kerja bakti secara bergiliran. Dan setiap keluarga harus mengumpulkan batu putih sebanyak 3 M3. wilayah barat Paroki Wonosari pun tidak ketinggalan melibatkan diri dalam pembangunan Sendang Rosario.

Serangkaian pembangunan Sendang Rosario ini akan ditandai dengan pemberkatan patung Maria yang baru pada tanggal 21 Juni 1997 oleh Mgr. Dr. A. Henry Soesanto, SCJ yang berasal dari Stasi Ngijoreja. Saat ini menjabat sebagai Uskup Tanjung Karang Lampung. Sebelum pemberkatan patung, diadakan prosesi dari Kapel Ngijoreja menuju Sendang Rosario. Di samping pemberkatan patung yang baru juga pemberkatan relief jalan salib, Salib Golgota, dan pendopo dengan suatu harapan agar Sendang Rosario ini dapat berkembang menjadi tempat ziarah yang dikenal oleh umat Katolik pada umumnya.

Penutup
Berkat rahmat dari Tuhan kita Yesus Kristus, Sendang Rosario kian hari kian bertambah cantik dan indah. Yang menjadi pertanyaan, apakah dengan keindahan Sendang Rosario ini juga dibarengi dengan peningkatan kualitas iman umat Katolik? Jawabnya ada pada kita sebagai umat Katolik dimanapun kita berada.

Dhuh Sang Kenya ingkang suci linangkung, Dèwi Maria Ibuning Allah, kawula …. (nyebut jenengé dhéwé), sanadyana boten pantes pisan-pisan ngabdi ing panjenengan dalem, ananging margi katarik ing sih kadarman dalem ingkang ngéram-éramaken punika, sarta saking kapiluyu kawula lumebat dados abdi dalem, sapunika mawi sinèksen Malaékat pamomong kawula, sarta para Minulya ing swarga, milih panjenengan dalem dados Ratu, Pangayoman lan Ibu kawula.

Kawula niyat terus ing manah badhé tansah ngabdi Paduka. Sakuwagang kawula inggih badhé mbudidaya, supados panjenengan dalem tansah dipun abdèni tiyang sadaya kanthi setya tuhu.

Milanipun, o Ibu ingkang ambek tresna, abdi dalem munjuk ngasih-asih, mugi karna rah Dalem Sang Kristus, ingkang sampun katuntasaken kanggé kawula, keparenga ing penggalih mundhut abdi dalem dados golonganing tetiyang ingkang panjenengan dalem ayomi, sarta wisudha dados abdi dalem ing salanggengipun.

Mugi karsaa tansah njangkung dhateng saparipolah kawula, sarta karsaa nyuwunaken sih, murih sasolah-tingkah kawula sampun pisan-pisan ngantos damel gerahing panggalih dalem, utawi Tyas Dalem Gusti ingkang mahasuci.

O Ibu, mugi kawula punika tansah panjenengan dalem panggalih, sampun ngantos wentala ngoncati abdi dalem ing wekdal ajal kawula. Amin.

Sejarah Doa Rosario

Sejak Doa Rosario ditata, secara prinsip dan substansial, sebagai doa kepada Kristus dan Penghormatan Surgawi, yaitu, Bapa kita dan Bunda Maria, doa rosario adalah doa pertama dan menjadi devosi prinsip dari orang-orang yang percaya dan telah dilakukan selama berabad-abad, dari jaman para rasul dan para murid sampai sekarang.

Namun baru pada tahun 1214-lah, Gereja menerima Doa Rosario dalam bentuknya yang seperti sekarang dan menggunakan metode seperti yang kita pakai sekarang. Doa ini diberikan kepaa Gereja oleh St. Dominic, yang telah menerimanya dari Perawan yang Terberkati sebagai hadiah pertobatan orang Albigensian dan para pendosa lainnya.

Saya akan menceritakan pada anda cerita tentang bagaimana kita menerima Doa Rosario, yang ada di dalam buku yang sangat terkenal: De Dignitate Psalterii, yang ditulis oleh Alan de la Roche yang diberkati. St. Dominic, melihat bahwa dosa orang-orang Albigensian sudah sangat berat, pergi menyepi ke hutan di dekat Toulouse, dimana ia berdoa tanpa henti selama tiga hari tiga malam. Selama berdoa ia tidak melakukan apapun kecuali meratap dan melakukan pertobatan yang keras untuk meredakan amarah Tuhan. Ia memohon dengan sangat disiplin dan bersungguh-sungguh, dan akhirnya ia jatuh kedalam kondisi koma.

Pada saat inilah Bunda kita menampakkan diri padanya, ditemani oleh tiga malaikat, ia berkata, “Wahai Dominic, apakah engkau tahu senjata apakah yang diinginkan oleh Trinitas yang Kudus untuk dipakai untuk memperbaharui dunia?” “Oh, Ratuku,” jawab St. Dominic, “Engkau mengetahui jauh lebih banyak daripada aku, karena engkau selalu berada di dekat Putramu Yesus Kristus untuk menjadi kepala keselamatan bagi kami.”

Kemudian Bunda kita menjawab, “Aku ingin kamu tahu bahwa, dalam situasi perang seperti sekarang ini, senjata yang paling utama selalu adalah Doa Surgawi, yang adalah batu fondasi dari Perjanjian Baru. Karenanya, jika engkau ingin menyentuh jiwa-jiwa yang telah mengeras ini dan menyerahkannya kepada Tuhan, ajarkanlah Doa ku.”

Kemudian St. Dominic bangun, merasa sangat terhibur, dan terbakar oleh semangatnya untuk mentobatkan orang-orang di wilayah tersebut, ia langsung pergi ke katedral. Ketika itu malaikat-malaikat yang tidak kelihatan membunyikan lonceng untuk mengumpulkan orang-orang, dan kemudian St. Dominic mulai mengajar.

Pada awal khotbahnya, datang badai yang hebat, bumi serasa bergetar, matahari meredup, dan terjadi begitu banyak kilat dan cahaya sehingga semua orang merasa begitu tercekam dan takut. Perasaan takut mereka semakin menjadi-jadi ketika mereka melihat pada gambar Bunda kita yang dipasang di suatu tempat yang tinggi, mereka melihat ia menaikkan tangannya ke surga tiga kali untuk memanggil penghakiman Tuhan ke atas mereka kalau mereka tidak mau bertobat, mengubah cara hidup mereka dan mencari perlindungan pada Bunda Suci Tuhan.

Melalui fenomena supernatural ini, Tuhan ingin menyampaikan devosi baru kepada Rosario Kudus dan memperkenalkannya kepada semua orang. Paling tidak, ketika St. Dominic berdoa, badai mulai mereda, dan kemudian ia mulai berkhotbah. Begitu gamblang dan kuatnya ia menjelaskan doa Rosario sehingga hampir semua orang Toulouse mempercayainya dan meninggalkan kepercayaan lama mereka yang salah. Dalam waktu yang singkat terlihat kemajuan yang besar di kota tersebut; orang-orang mulai hidup secara Kristen dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama mereka yang buruk.

Terinspirasi oleh Roh Kudus, dan diperintahkan oleh Perawan yang Diberkati dan juga karena pengalaman pribadinya, St. Dominic mengajarkan doa Rosario seumur hidupnya. Ia mengajarkannya dengan memberikan contoh dan juga melalui khotbah-khotbahnya, di kota-kota dan di desa-desa, kepada orang-orang kelas atas maupun kelas bawah, kepada pelajar dan orang-orang yang tidak bersekolah, kepada orang-orang Katholik dan Protestant. Doa Rosario, yang ia doakan setiap hari, adalah doa persiapannya untuk setiap khotbah dan merupakan caranya berjumpa dengan Bunda kita setiap selesai khotbah.

Satu hari ia harus berkhotbah di Notre Dame di Paris, dan ketika itu adalah pesta St. Yohanes Pembaptis. Ketika ia seperti biasa sedang berdoa rosario di kapel kecil di belakang altar untuk mempersiapkan khotbahnya, Bunda kita muncul di hadapannya dan berkata: “Dominic, meskipun apa yang akan engkau khotbahkan sangat baik, tapi aku membawa kepadamu khotbah yang lebih baik.”

St. Dominic mengambil buku yang diulurkan oleh Bunda kita, membacanya dengan cermat dan, setelah ia mengerti dan bermeditasi, ia mengucapkan terima kasih kepada Bunda. Ketika saatnya khotbah tiba, ia naik ke atas mimbar dan, meskipun hari itu adalah pesta St. Yohanes, ia malah berkata bahwa ia telah ditunjuk menjadi pengawal Ratu Surga. Jemaat pada saat itu adalah para theolog dan orang-orang terpandang dan terpelajar, yang sudah biasa mendengar ceramah-ceramah yang manis atau yang tidak lazim; tapi St. Dominic berkata bahwa ia tidak ingin berceramah, sehingga terlihat bijak di mata dunia, tapi ia akan berbicara dalam kesederhanaan Roh Kudus dan keteladanannya yang kuat. Dan setelah itu ia mulai berbicara tentang doa Rosario dan menjelaskan tentang Bunda Suci kata demi kata seperti menjelaskan pada sekelompok anak-anak, dan ia menggunakan ilustrasi sederhana yang ada di dalam buku yang diberikan kepadanya oleh Bunda kita.

Alan yang diberkati, menurut Kartagena, menyebutkan beberapa peristiwa lainnya dimana Tuhan kita dan Bunda kita menampakkan diri kepada St. Dominik untuk meyakinkan dan memberikan semangat kepadanya untuk terus mengajarkan doa Rosario untuk menghapuskan dosa dan mentobatkan pendosa dan orang-orang yang menyeleweng.

Dalam pasal yang lain Kartagena mengatakan, “Alan yang diberkati berkata bahwa Bunda kita menampakkan diri kepadanya, setelah ia menampakkan diri kepada St. Dominic, Putranya yang Kudus menampakkan diri kepadanya dan berkata, “Dominik, Saya senang melihat kamu tidak hanya bergantung pada kebijaksanaanmu sendiri yaitu, daripada mencari doa manusia yang kosong, kamu bekerja dengan sangat rendah hati bagi keselamatan jiwa-jiwa. Banyak imam mencoba untuk mengajar dengan keras melawan dosa yang terburuk, namun mereka tidak sadar bahwa mula-mula, sebelum seseorang yang sakit diberi obat yang pahit, ia perlu dipersiapkan dengan menempatkan pikirannya pada bingkai yang benar supaya ia bisa benar-benar memperoleh manfaat dari obat tersebut. Maka dari itu, sebelum melakukan apapun, seorang imam harus membangkitkan semangat berdoa dalam hati manusia dan terutama cinta kepada doa Surgawi. Hanya jika mereka sudah mulai mengucapkan itu dan bertekun didalamnya, Tuhan yang maha pengampun akan sulit untuk menolak memberikan rahmatnya. Maka dari itu aku ingin kamu mengajarkan doa Rosario-ku.”

Semua hal, bahkan yang paling suci sekalipun, bisa berubah, terutama jika mereka tergantung pada kehendak bebas manusia. Sehingga tidak heran bahwa, pada saat itu, semangat doa Rosario Suci hanya bertahan 1 abad setelah pertama kali diajarkan oleh St. Dominic. Setelah itu, Rosario seolah-olah terkubur dan terlupakan. Tidak diragukan juga, rencana kotor dan kebencian setan, juga membuat orang-orang mengabaikan doa Rosario, sehingga menghalangi penyaluran rahmat Tuhan yang telah dibawa oleh Rosario ke atas bumi. Sehingga, pada tahun 1349 Tuhan menghukum seluruh Eropa dengan wabah yang terparah yang pernah diketahui. Mulai dari timur, menyebar ke seluruh Italia, Jerman, Perancis, Polandia dan Hungaria, membawa kehancuran dimanapun wabah itu lewat, sehingga dari seratus orang jarang ada yang selamat untuk bisa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Kota-kota besar, desa-desa dan biara-biara hampir benar-benar kosong selama masa tiga tahun penyebaran epidemic wabah tersebut.

Penghukuman dari Tuhan ini langsung diikuti oleh dua hukuman lainnya, penyelewengan (heresy) oleh Flagellant dan perpecahan (skisma) tragis di tahun 1376. Setelah itu, setelah pencobaan-pencobaan ini selesai, syukur kepada Allah yang maha pengampun, Bunda kita berbicara kepada Alan yang diberkati untuk menghidupkan kembali Rosario Suci. Alan yang diberkati adalah satu dari Bapa-bapa Dominican yang tinggal di biara Dinan di Inggris. Ia adalah seorang theolog yang hebat dan pengkhotbah yang terkenal. Bunda kita memilih dia karena, selain doa Rosario dimulai di daerah tersebut, ia juga adalah seorang Dominican yang berasal dari daerah yang sama, sehingga ia memiliki kharisma untuk membangun kembali kebiasaan ini.

Alan yang diberkati memulai pekerjaan besarnya di tahun 1460, setelah menerima peringatan khusus dari Tuhan kita. Beginilah caranya ia menerima pesan penting tersebut, sebagaimana diceritakannya sendiri: Satu hari ketika ia sedang mengadakan Misa, Tuhan kita, yang ingin menggerakkannya untuk mengajarkan Rosario Suci, berbicara padanya dalam Roti Kudus. “Mengapa engkau menyalibkan Aku lagi secepat ini?” kata Yesus kepadanya. “Apa maksudmu, Tuhan?” tanya Alan, ketakutan. “Engkau telah menyalibkan aku sekali dengan dosa-dosamu,” jawab Yesus, “dan aku lebih suka disalibkan lagi daripada melihat BapaKu dilukai oleh dosa-dosa yang biasanya engkau lakukan. Engkau menyalibkan aku lagi sekarang karena kamu sebenarnya telah diajarkan dan telah mengerti bahwa kamu harus mengajarkan doa Rosario IbuKu, dan kamu tidak melakukannya. Jika saja engkau melakukannya, engkau bisa menuntun banyak jiwa ke jalan yang benar dan memimpin mereka menjauhi dosa. Tapi kamu tidak melakukannya, sehingga kamu sendiri juga bersalah terhadap dosa-dosa yang mereka perbuat.”

Teguran keras ini membuat Alan yang diberkati sungguh-sungguh bertekad untuk mengajarkan doa Rosario dengan tanpa henti. Bunda kita juga berbicara padanya pada suatu ketika untuk memberikan semangat padanya untuk mengajarkan doa Rosario terus dan terus, “Engkau dulu adalah pendosa yang parah di masa mudamu, tapi aku memperoleh buah pertobatanmu dari Anakku. Jika mungkin, aku rela menjalani semua sengsara untuk menyelamatkanmu, karena para pendosa yang bertobat adalah kemenangan bagiku. Dan aku juga akan melakukannya supaya kamu bisa menyebarkan doa Rosarioku kemana-mana.”

St. Dominic juga menampakkan diri kepada Alan yang diberkati dan bercerita padanya tentang hasil dari pengajarannya: ia telah mengajarkan doa Rosario tanpa henti, khotbah-khotbahnya telah mendatangkan banyak buah yang baik dan banyak orang telah bertobat selama ia mengajar. Ia berkata kepada Alan, “Lihatlah buah yang demikian indah yang telah aku dapatkan melalui pengajaran doa Rosario. Kamu dan yang lainnya yang mencintai Bunda kita harus melakukan yang sama sehingga, dengan melakukan doa Rosario yang kudus, engkau bisa menarik semua orang kepada ilmu pengetahuan tentang kebajikan yang sejati.” Secara garis besar, inilah cerita tentang bagaimana St. Dominic memulai doa Rosario kudus dan bagaimana Alan de la Roche yang diberkati mengembalikan ajaran ini.

Dari sejak jaman St. Dominic memulai devosi kepada Rosario kudus, sampai kepada waktu ketika Alan de la Roche yang diberkati memulainya lagi di tahun 1460, doa Rosario disebut dengan Doa kepada Yesus dan Maria. Ini karena doa ini mendoakan Salam Maria dengan jumlah yang sama seperti mazmur-mazmur dalam Kitab Mazmur Raja Daud. Dan karena orang-orang sederhana yang kurang berpendidikan tidak bisa mengucapkan Mazmur Raja Daud, doa Rosario dianggap memiliki manfaat yang sama bagi mereka sama seperti Mazmur Raja Daud bagi orang-orang yang lain.

Sejak Alan de la Roche memulai kembali devosi ini, suara dari orang-orang, yaitu suara dari Tuhan sendiri, memberinya nama doa Rosario, yang berarti “mahkota mawar.” Yang bermakna bahwa setiap kali orang mengucapkan doa Rosario dengan bersungguh-sungguh, mereka mengenakan ke kepala Yesus dan Maria 153 mawar putih dan 16 mawar merah. Sebagai bunga surgawi, bunga-bunga ini tidak akan pernah kehilangan atau berkurang keindahannya. Bunda kita telah menyetujui dan mengakui nama Rosary ini; ia telah menampakkan diri kepada beberapa orang bahwa setiap kali mereka mengucapkan doa Salam Maria mereka memberikan pada Bunda Maria sebuah mawar yang indah, dan setiap doa Rosario yang dilakukan dengan penuh memberikan kepadanya sebuah mahkota mawar.

Jadi sebuah Rosario yang komplet adalah sebuah mahkota mawar yang besar dan setiap chaplet yang terdiri dari sepuluh doa adalah seperti sebuah booklet bunga mawar atau sebuah mahkota kecil mawar surgawi yang kita letakkan di kepala Yesus dan Maria. Bunga Mawar sendiri adalah ratu dari bunga, dan juga Rosario adalah mawar persembahan kita yang paling berarti dan bermakna.

oleh : Saint Louis Marie Grignion De Montfort

Source : Forum Ekaristi.org

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.