Seperti para penglihat, kita harus tetap tebuka bagi roh Tuhan untuk berkarya dalam diri kita. Sekali kita membiarkan diri kita tetap terbuka kepada rencana Tuhan, kita dapat mulai memastikan apa rencana itu.

Kita semua pernah berada di sana… berjalan di sepanjang jalur kehidupan saat tiba-tiba dan seringkali pada saat-saat yang kurang nyaman, kita sampai pada sebuah cabang di jalanan.

Sepertinya makin jauh kita memikirkan satu pilihan, kelihatannya semua pilihan semakin baik. Di saat-saat itu kita dapat bertindak dengan cara yang berlainan. Kita dapat menutup mata kita dan melompat di satu arah atau arah lainnya tanpa sebenarnya menentukan apa yang kita lakukan. Kita dapat bermai permainan kanak-kanak, ganjil dan genap, permainan “satu kentan, dua kentang” dan membiarkan itu menentukan jalur bagi kita. Kita dapat menduga apa yang keluarga, teman-teman, atau masyarakat akan lakukan, atau bahkan meminta anjuran mereka. Yang lain akan mencari bantuan dari astrologi, kartu ramalan, peramal nasib, atau seorang “sahabat psikis”.

Akhirnya, kami dapat menentukan pilihan mana yang membuat kita merasa atau kelihatannya lebih baik, memberi kita lebih banyak uang dan popularitas, atau membantu kita mencapai kekuasaan dan pengaruh. Masalahnya dengan strategi tersebut adalah, mereka mengabaikan nasihat dan bantuan terbaik yang tersedia, yaitu yang berasal dari Tuhan. Saya telah menemukan bahwa pesan-pesan dan peristiwa-peristiwa Garabandal memberikan saya “peta perjalanan” yang sangat baik untuk membuat keputusan yang sulit. Kapan saja kamu dihadapkan dengan sebuah keputusan sulit, tanyakan diri Anda sendiri pertanyaan-pertanyaan ini dan pikirkan mengenai “Jawaban Garabandal”.

Apakah saya menempatkan keinginan Tuhan lebih dahulu daripada keinginan saya?
Seringkali masyarakat kita mengajarkan bahwa “apa saja yang saya inginkan, harus saya kejar”, tapi apakah itu selalu menjadi jalan Tuhan? Yesus dan BundaNya yang terberkati telah berulang kali mengatakan pada kita di Garabandal dan di tempat lain, bahwa kita tidak hanya harus memiliki iman bahwa Tuhan akan menolong kita, tapi bahwa kita harus mematuhi jalan Tuhan saat itu ditunjukkan pada kita. Para penglihat tidak selalu mengerti apa yang diberitahukan kepada mereka, atau mereka tidak perlu setuju. Tetapi saat itu menjadi nampak bagi mereka bahwa itu merupakan kehendak Tuhan bagi mereka dan mereka melakukannya, karena mengikuti kehendak Tuhan itu sendiri merupakan sebuah tindakan iman.

Conchita seringkali berkata,”Apa saja mungkin bagi Tuhan”, maka saat seseorang merasakan dorongan dari Tuhan untuk sebuah jalan yang ditunjukkan, dia tidak perlu khawatir akan kemungkinan keberhasilan, karena faktanya jika seseoang bertindak menurut kehendak Tuhan, itu akan memastikan keberhasilan. Dengan keberhasilan, tentu saja, itu tak berarti keberhasilan menurut istilah kita, tetapi menurut rencana Tuhan.

Banyak orang akan mengatakan bahwa seseorang tidak dapat membaca kehendak Tuhan seperti dalam surat kabar. Mungkin mereka benar untuk tingkatan tertentu, tetapi di titik awal ini dalam proses pembuatan keputusan, kita seharusnya memastikan bahwa pilihan kita tidak hanya didasarkan pada tingkah laku atau keinginan pribadi kita dan mengabaikan yang lainnya. Seperti para penglihat merenungkan apa yang menjadi rencana Tuhan untuk masa depan mereka, kita harus tetap terbuka bagi Roh Tuhan yang berkarya di dalam diri kita.

Apakah pilihan ini membantu saya untuk lebih mengasihi Tuhan dan orang lain?
Sekali kita membiarkan diri kita sendiri tetap terbuka bagi rencana Tuhan, kita dapat mulai memastikan apakah rencana itu. Kedua perintah dari Perjanjian Baru adalah tempat yang baik untuk memulai. Pertama, pilihan yang mana akan membantu kita menunjukkan kasih kepada Tuhan dengan lebih efektif? Beberapa kriteria harus kita pilih di antara memfokuskan diri kita untuk membeli sebuah rumah dan pergi di sebuah peziarahan keagamaan ke Fatima, Lourdes, dan Garabandal. Meskipun kita telah bergulat untuk jangka waktu lama untuk mencari sebuah rumah yang bagus dengan harga yang baik, adalah jelas bagi kita pilihan mana yang akan membantu kita untuk lebih mengasihi Tuhan. Conchita menjelaskan bahwa kedua cintanya yang terbesar adalah kasih kepada Tuhan dan kepada Perawan Terberkati. Dia juga membuat itu jelas bahwa dia ingin mengurbankan apa saja demi kedua kasih yang besar ini.

Setelah meningkatkan kasih kita kepada Tuhan, hal kedua yang harus kita fokuskan adalah meningkatkan kasih kita kepada orang lain. Para penglihat selalu menunjukkan perhatian dan cinta di antara mereka sendiri dan kepada orang-orang di sekitar mereka. Contohnya saat sang Perawan tampak lebih sering kepada Conchita daripada yang lainnya, Conchita meminta kepada Bunda Kita untuk tampak lebih sering kepada Mari Cruz. Pilihan mana yang akan lebih membantu orang lain atau setidaknya akan membantu kita untuk lebih menolong orang lain? Sekali lagi pilihan rumah atau peziarahan kita akan lebih jelas…dengan pergi di sebuah peziarahan kita akan mengalami Tuhan dengan lebih dekat dan dibentuk menjadi lebih peka untuk membantu orang lain, tetapi kemampuan kita untuk membantu mereka yang kurang beruntung kelihatannya tidak tergantung pada keberhasilan kita membeli sebuah rumah, terlebih lagi jenis rumah apa yang kita beli.

Bagaimana pilihan ini dihubungkan dengan menolong saya memenuhi tugas / peran yang Kristus inginkan bagi saya?
Salah satu cara kitadapat memastikan kehendak Tuhan adalah dengan berpikir bagaimana sebuah pilihan akan membantu kita mengikuti contoh Kristus. Buku-buku Meniru Kristus dan Meniru Maria adalah sangat populer karena orang ingin lebih mengerti dan menghargai bagaimana mereka dapat “melihat” Kristus dan BundaNya yang Terberkati dalam sikap dan tindakan. Telah dikatakan bahwa “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.”(Mat.20:28). Di Garabandal, Bunda Kita menunjukkan semangat pelayanan ini dalam semuanya dari mengajari para gadis untuk memperhatika keperluan mereka sendiri sampai menjawab pertanyaan-pertanyaan perngunjung melalui para penglihat. Singkatnya, Garabandal adalah mengenai peruntuhan halangan-halangan, dan Bunda Kita seringkali lakukan itu di sebuah desa dimana pelayanan timbal-balik sudah menjadi adat.

Pilihan yang mana yang akan membantu saya memberikan contoh yang baik kepada orang lain?
Suatu kali, saya menanyakan pada sebuah kelas yang saya ajar,”Mana yang akan memberikan contoh terbaik, mengalahkan seseorang dalam sebuah permainan atau mengajarkan mereka bagaimana untuk memainkan permainan dengan lebih baik?” Banyak murid yang memilih mengalahkan lawan melebihi mengajari mereka, membenarkan pilihan ini dengan mengatakan itu bukanlah ide yang baik untuk mengajar lawan bagaimana meningkatkan kemampuan atau bahwa mengalahkan lawan lebih menyenangkan daripada mencoba mengajar sesuatu kepada mereka. Saya mencoba untuk menunjukkan bahwa “menang/menang” selalu adalah jawaban yang lebih baik untuk masalah apapun,dan bahwa dengan mengajar kita tidak hanya meningkatkan diri kita sendiri namun mungkin juga mendapatkan sahabat dalam proses itu. Meskipun kita tidak terlalu sombong di contoh rumah/peziarahan kita untuk menganggap diri kita sendiri sebuah contoh kepada siapapun, saya pikir siapapun yang melihat pilihan kita mungkin dibuat untuk berpikir lebih berhati-hati mengenai pilihan mereka juga. Sekali kita memberikan contoh, itu tergantung kepada orang lain untuk mengikutinya namun jika kita gagal untuk memberikan contoh itu, kita telah kehilangan sebuah kesempatan untuk membantu orang lain.

Bayak cerita Garabandal adalah mengenai memberikan sebuah contoh baik atau model pada orang lain. Bunda Maria memberikan sebuah contoh bagaimana untuk berdoa, yang para penglihat ikuti. Ini memiliki sebuah pengaruh pada para saksi, yang hidup doanya digugah. Sekali itu menjadi jelas bahwa gadis yang tak berdosa ini adalah penglihat, banyak orang lebih memperhatikan bagaimana mereka bertindak dan memperlakukan orang lain, sehingga memberikan lahan subur untuk peniruan.

Pilihan mana yang akan membantu saya untuk menjalani hidup yang lebih suci?
Kamus menjelaskan “suci” sebagai “menjadi ilahi atau berdasarkan dalam kebaikan.” Jika saya memilih untuk pergi berjudi atau berdansa daripada menghadiri Misa, pilihan saya tidak membantu saya untuk menjadi lebih suci. Terlebih lagi, meskipun kita tidak sadar akan kesucian dalam pilihan rumah/peziarahan, perjalanan tampak jelas akan setidaknya membantu kita untuk lebih menyadari kesucian dalam hidup kita. Di Garabandal, kita melihat bahwa penampakan terkadang dibatalkan karena di sana ada dansa atau pesta yang terlalu dekat dengan penampakan di waktu atau tempat bersamaan. Juga, para warga desa menjadi sangat sadar cara para penglihat bertindak dan bagaimana mereka menunjukkan hormat penuh pada penampakan dan para pengunjung.

Sudahkah saya berkonsultasi dengan Alkitab?
Satu hal membuat jelas di Garabandal bahwa Sabda Tuhan adalah segi penting bagi semua pikiran dan tindakan. Tak pernah Bunda Terberkati merendahkan nilai membaca Alkitab atau berkonsultasi dengan itu. Terlebih lagi, setiap hal yang dikatakan atau dilakukan adalah konsisten dengan ajaran Alkitab. Pada zaman dimana para pemberontak berusaha membengkokkan dan merusak Alkitab untuk menyesuaikan pandangan mereka akan kebenaran, Garabandal berdiri sebagai contoh bahwa kebenaran ditemukan di halaman-halaman itu, yang sekarang diinjak-injak oleh banyak orang. Setiap hari dari Garabandal mengatakan kepada kita bahwa adalah orang bodoh yang mengabaikan, merusak, serta menginjak-injak kebenaran, maka kebenaran harus dikonsultasi dimana saja mungkin.

Sudahkah saya berdoa?
Satu segi utama dari pesan-pesan Garabandal adalah doa. Untuk membuat keputusan tanpa doa adalah seperti membuat keputusan tanpa Tuhan. Tidak hanya Sang Perawan mengjarkan para gadis bagaimana untuk berdoa dengan benar, tetapi beliau seringkali menghubungkan doa sebagai strategi di setiap keadaan. Doa adalah lebih dari mengucapkan terimakasih, pujian, mengingat, atau meminta: itu adalah jembatan rohani dan adikodrati kepada Yang Mahakuasa yang akan membawa kita kepadaNya.

Sudahkah saya mencari bimbingan dari seorang pelindung, seperti seorang imam?
Sebuah segi utama lain dari Garabandal adalah yang berhubungan dengan para imam. Banyak orang akan mengatakan bahwa bimbingan ini ironis atau munafik, tetapi mereka akan jatuh ke dalam perangkap yang dipasang oleh setan. Di sana tidak ada hal yang lebih diinginkan setan daripada menolak para imam sebagai penolong di saat kita membutuhkannya. Ini tidak berarti bahwa kita dengan membabi buta mengikuti anjuran atau pendapat imam dan kemudian menggunakannya sebagai alasan untuk sebuah keputusan yang dibuat dengan buruk.

Apa yang ini berarti bahwa kita mencari, dengan bantuan Tuhan, seorang imam yang baik dan suci, lalu mencari anjurannya di semua hal rohani yang penting. Untuk “melempar keluar para imam dengan skandal” akan menyalahkan pilihan Tuhan akan para imam sebagai wakil khusus dan unik. Di Garabandal, kita melihat bagaimana Sang Perawan meminta para penglihat untuk berdoa untuk para imam supaya mereka dapat melaksanakan fungsi-fungsi mereka dengan cara yang suci dan memberi contoh baik kepada orang lain.

Maka kita melihat bahwa pilihan-pilihan rohani kita yang penting selalu memasukkan anjuran orang-orang religius yang ditemukan setelah pemeriksan berhati-hati akan kesucian mereka. Kita tidak mencari seorang religius yang akan setuju akan apapun yang kita katakan dan kemudian memilih itu demi kenyamanan kita. Kita harus tetap terbuka bagi suara Tuhan dari religius itu, dan kita akan lebih terbuka dengan religius yang suci jika kita terbuka bagi kesucian di dalam kehidupan kita sendiri.

Sudahkah saya menjawab pertanyaan di atas dengan jujur?
Semua cerita peristwa-peristiwa Garabandal menunjukkan bahwa para penglihat selalu jujur dalam perilaku dan kata-kata. Kata-kata seperti “terus terang” dan “polos” seringkali digunakan untuk menggambarkan gadis-gadis ini. Itu juga harus diingat bahwatak pernah Sang Perawan “membalut dengan gula” pesan-pesannya atau meminta para gadis untuk melakukan itu. Di sebuah dunia dimana putaran dan permainan kata seringkali digunakan para pemimpin dan politikus, menjadi jujur dan terbuka tidak selalu dikagumi. Namun akhirnya, itu memberikan kita sedikit kebaikan untuk mengikuti bimbingan untuk membuat keputusan jika kita tidak jujur akan diri kita sendiri dalam prosesnya!

Kesimpulan
Kita tahu bahwa membuat keputusan yang sulit adalah bagian dari kehidupan dan bahwa tidak semua pilihan benar-benar rohani dan berarti bagi jiwa kita, keselamatan kita, dan kesucian kita. Sewaktu itu adalah selalu baik untuk meminta bantuan Tuhan dalam menentukan pilihan, kita harus terlebih lagi mencari bantuan itu saat pilihan-pilihan itu secara langsung mempengaruhi hubungan kita dengan Pencipta kita.

Pada kasus-kasus tersebut, kita dapat mengikuti garis pedoman seperti yang sudah diberikan di atas. Dengan melakukan itu, kita akan melihat bahwa Garabandal memberi kita contoh-contoh nyata dari setiap garis pedoman, maka dapat digunakan untuk membantu kita membuat pilihan yang lebih baik. Semoga Bapa kita Yang Maha Kuasa, PutraNya Penebus kita, dan Perawan Terberkati selalu menjadi Sahabat dalam pilihan-pilihan kita!

Sumber: Garabandal International
Ditulis oleh: Gabriel Garnica
Penterjemah: Ryanth Atmadja
Sumber Tulisan: Majalah Ave Maria – Edisi September-Oktober 2009 (AM-56)